Jumat, 01 Februari 2013

CERPEN KU ;)


                   DUIT
(Doa,Usaha,Ikhtiar,Tawakal)
          Kacau sekali hari ini.Minah bingung apa yang harus ia lakukan,baru saja ia mendapat telepon dari Marni temannya.Bahwa hari sabtu depan terakhir bayar bulanan sekolah.Sedangkan ibunya belum punya uang.
          “Aduh,gimana ini?mana ibu belum punya uang,“ucap Minah kebingungan.
           “Kamu kenapa Minah?sepertinya kamu sedang bingung?”tanya ibu dengan rasa khawatir.
          “Jadi begini bu,Sabtu depan terakhir Minah harus bayar bulanan sekolah.”
          “Mmhhh.Minah ibu harus gimana?ibu belum punya uang,” jawab ibu.
          “Iya bu,gapapa,ibu nggak usah khawatir,Minah ada ide untuk menyelesaikan masalah ini.”
          Akhirnya Minah mengembangkan idenya itu untuk membayar bulanan sekolah. Minah bergegas pergi ke sebuah toko koran dan ia langsung menanyakan kepada si pemilik toko koran itu.
          “Permisi Pak,apa disini membutuhkan pegawai untuk menjual koran?”
          “ Iya,kebetulan saya sedang membutuhkan sekali,maaf apa saya boleh tanya?”
          “ Wah,iya pak,silahkan.”
          “Kamu masih sekolah nggak?”
          “Masih Pak,emangnya kenapa?”
          “Kalau masih sekolah,kapan waktu untuk bisa menjual koran-koran ini?” tanya Pak Tono dengan rasa ingin tahu.
          “Tenang saja Pak,saya akan membagi waktu untuk sekolah dan menjual koran-koran ini.Saya sekolah pagi,jadi saya bisa menjual koran-koran ini setelah pulang sekolah.”
          “Ok,kalau boleh tahu,siapa nama kamu?” tanya si pemilik koran itu.
          “Perkenalkan nama saya Minah,” ucap minah dengan senyum.
          “Iya,perkenalkan juga saya Pak Tono.Yasudah besok kamu boleh langsung bekerja.”
          “Wah,terima kasih ya Pak,” jawab minah dengan rasa senang.
          “Sama-sama.”
          Minah senang sekali,idenya telah berhasil.Keesokan hari,setelah Minah pulang sekolah,ia pamit kepada ibunya untuk pergi berjulan koran,dan ibunya mengizinkan Minah dengan rasa khawatir.Minahpun langsung pergi ke toko koran itu,dan menjualkan korannya di jalanan lampu merah.
          “Koran-Koran,korannya Pak,bu?” sahut Minah dengan menawarkan korannya kepada pembeli.
          Tak lama ada banyak yang membeli koran Minah. Mataharipun pudar,dan koran Minah habis terjual.Minah langsung kembali ke toko koran untuk memberikan hasil uang yang telah ia dapat selama berjualan koran tadi.Pak Tono pemilik toko koran itu terkejut dengan hasil uang yang Minah dapat.
          “Minah,apa nggak salah ini?” tanya Pak Tono heran.
          “Salah kenapa emangnya pak?”
          “Korannya laku terjual semua?”
          “Alhamdulillah Pak,iya.”
          “ Wahhh,hebat ya kamu,padahal baru pertama kali kerja sudah mendapat penghasilan sebanyak ini,saya kagum sama kamu.Sebelumnya pegawai kaya kamu belum pernah ada Min.Ini uang buat kamu.”
          “Terima kasih Pak,yasudah saya pamit pulang ya pak,besok saya kesini lagi,” pamit Minah.
          “Iya Min,hati-hati.”
          “ Ok,Pak.”
          Setelah sampai dirumah,Minah langsung menabungkan uangnya dari penghasilan berjulan koran tadi.Dan tak lama kemudian ibu mendekati Minah.
          “Gimana Min kerjanya?kamu cape ya?” tanya Ibu kasihan.
          “Lumayan bu,tapi Minah harus semangat,Minah minta doanya ya dari ibu,semoga koran yang minah jual selalu habis laku terjual.”
          “Iya Min,Amin.Maafin ibu ya,ibu cuma bisa bantu doa aja.”
          “ Iya bu,gapapa Minah seneng ko bu.”
            “Yasudah kamu makan dulu sana,ibu sudah memasakan sayur kesukaan kamu.”
          “Asyik, Makasih ya bu.”
          Hari demi hari Minah terus berjualan koran seperti biasanya.Malah kian hari makin banyak pembeli.Minah terus bersemangat dan tidak putus asa demi membayar bulanan sekolahnya itu.Juga selalu bersyukur atas apa yang telah ia dapatkan selama ini.Dan tidak lupa ibu yang selalu berdoa untuk Minah.Uang dari penghasilan berjualan koran sudah tercukupi untuk membayar bulanan sekolah.
          Hari sabtu telah tiba,akhirnya Minah dapat membayar uang bulanan sekolah itu dengan tepat waktu dan sisa uangnya Minah berikan kepada ibu.
          Ternyata ide dan  perjuangan Minah  selama ini tidak sia-sia,malah membuahkan hasil yang membanggakan.Semua itu berkat kerja keras yang tidak pernah berhenti dan tak lupa doa dari ibu.


Rabu, 30 Januari 2013

HOW TO MAKE FRIED RICE



 Nasi goreng, “fried rice” is a familiar food from Indonesia if you want to know how to prepare nasi goreng this is the procedure how to make nasi goreng. Just follow this explanation :
             Ingredients :
     • 350 gr. Long Grain Rice
     • 2 Tbs. Vegetable Oil
     • 3 Eggs
     • 1 Onion
     • 2 Green Chillis, Sambal Ulek or Sambal Badjak.
     • 1 Garlic Clove
                     • 1 Leek
                     • 1 teaspoon Ground Coriander
                         • 1 teaspoon Ground Cumin
                     • 250 gr. Chicken meat
                     • 250 gr. Shelled Prawns
                     • 3 Tbs. Kecap Manis
 Steps :
 This dish is best made from cold leftover rice, but you can cook a fresh batch and leave it to cool for at least 4 hours. Beat the eggs and make into a omelette, slice into strips and set aside. Heat the oil in a wok or large frying pan.Add the chopped onion, leek, garlic and chillis.
Fry until the onion is soft. Add the Coriander and Cumin.Slice Chicken into strips and add with the prawns to the onion mixture and cook, stirring occasionally until they are well mixed.Add the rice, soya sauce and omelet strips and cook for a further 5 minutes.Decorate with some of the leftover leek and serve hot. Enjoy.